Di tengah panggung raksasa yang dibangun persis di depan Museum, kelompok-kelompok peserta festival bergiliran unjuk kebolehan. Bukan cuma dari Aceh, asal tarian ini, tetapi juga dari daerah-daerah lain, seperti Cirebon dan Yogyakarta. Bukan cuma pria, tetapi juga para perempuan.
Dinamakan tari Saman karena penciptanya adalah Syekh Saman, seorang ulama Aceh yang hidup sekitar abad ke-14 Masehi (hasil googling :P). Tarian ini bermula dari Tanah Gayo. Waktu itu tarian ini merupakan permainan rakyat, tapi kemudian ditambahkan syair-syair pujian kepada Allah dan Rasullullah Muhammada saw.
Yang menarik dari tarian ini adalah kekompakan para penarinya yang umumnya terdiri atas 10 orang lebih dan harus ganjil jumlahnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar