Sabtu, 10 Agustus 2013

BERBURU UANG LEBARAN

Lebaran buat anak-anak adalah kegembiraan. Selain berpakaian serbabaru, Lebaran juga menjadi ajang berburu rezeki atau angpao dari para orang dewasa.

Di kampung saya, Klender, tradisi memberi uang kepada anak-anak kecil masih berlangsung hingga kini. Biasanya anak-anak yang berbahagia itu memulai perburuan mereka selepas Salat Id. Mereka menyerbu dari rumah ke rumah, bersalaman, cium tangan dengan para orang tua. Para orang tua telah menyiapkan angpao mulai pecahan Rp 2.000,- hingga Rp 50.000,- Ada juga sih yang memberi hingga Rp 100.000,-


Keponakan  saya, Mika (12) dan Risa (11), termasuk di antara para pemburu angpao itu. Bersama teman-teman mereka, mereka bersilaturahmi keliling RT. Tak sampai 2 jam perburuan itu selesai dan mereka pun menghitung hasilnya di teras rumah kami. Dan rata-rata perolehan mereka mencapai Rp 250.000,-. Wah....


Ah, saya jadi ingat masa kecil dulu. Seingat saya, saya tidak seberuntung Mika dan gengnya itu. Saya keliling juga bersalam-salaman, tetapi saya dulu anak yang pemalu--tepatnya nggak pede--sehingga cuma berani keliling ke tetangga kiri-kanan rumah saja, tak sampai satu RT.


Selamat Lebaran 2013. Mohon maaf lahir dan batin :)




Minggu, 04 Agustus 2013

BERBURU ES KRIM

Saya penggemar es krim, terutama es krim cokelat. Saya percaya dan telah membuktikan bahwa makan es krim bisa mengubah hati yang gundah menjadi ceria.


Di Bandung, ada satu restoran yang hampir selalu saya singgahi setiap kali ke sana karena es krimnya yang lezat. Braga Permai, itulah nama restoran tersebut. Letaknya di Jl. Braga yang terkenal itu.


 Braga Permai berdiri pada 1923, zaman Hindia Belanda, dengan nama Maison Borgerijen. Dulunya, restoran ini memang tempat makan orang-orang Belanda. Menu yang disajikannya pun makanan-makanan Eropa, khususnya Belanda. Es krim adalah alah satu menu originalnya yang masih tetap bertahan hingga kini.


Ada kira-kira 10 macam/rasa es krim yang bisa kita dapatkan di sini. Semuanya hasil olahan rumahan, bukan pabrikan. Teksturnya lembuuuuut sekali. Meleleh dengan indah di lidah. Favorit saya adalah Swiss Doodle yang cokelat. Tapi, rasa yang lain pun tak kalah nikmat. Harganya juga terjangkau. Kalau tak salah kisaran Rp 10.000,- s.d. 25.000,- per porsi. Dan biasanya, saya tidak puas jika hanya menyantap satu porsi :D