Demi melepaskan rindu menonton
teater, pekan lalu (13 November 2013) saya menyempatkan diri menyaksikan lakon
"Ibu" yang dimainkan Teater Koma di Graha Bakti Budaya, TIM, Jakarta .
"ibu" diterjemahkan N. Riantiarno (yang sekaligus bertindak selaku sutradara)
dari naskah drama karya Bertolt Brecht yang berjudul asli Mutter Courage und
Ihre Kinder). Nano menerjemahkannya dari versi bahasa Inggris: Mother Courage
and Her Children. Naskah ini diselesaikan Brecht pada 1941.
Berperan sebagai Mother Courage
atau Ibu Brani adalah Sari Madjid. Dia memiliki 3 orang anak dari 3 laki-laki
yang berbeda. Dua putranya direkrut paksa menjadi tentara dan akhirnya mati
karena perang. Demikian juga nasib putri semata wayangnya yang bisu.
"Ibu" berpesan tentang
perang yang tak ada gunanya. Tak ada pemenang dalam perang. Kata Brecht,
"Dalam perang, yang kalah dan yang menang hanya akan menerima kerugian.
Semuanya kalah."
Naskah kali ini cukup serius,
tidak seperti kebanyakan lakon yang dipentaskan Teater Koma. Tidak ada
dialog-dialog lucu yang menyindir pejabat kita yang selama ini menjadi menu
khas Koma. Humor tetap ada, tapi tidak sampai membuat kita terpingkal-pingkal.
(Ya iyalah, ini kan
bukan drama komedi! :P)
Jempol saya untuk Samuel
Wattimena yang menggarap kostumnya. Keren banget. Juga tata artistik panggung
yang dikerjakan oleh Untari dkk. Suasana Eropa pada tahun 1600-an cukup
terwakili di panggung.
Pementasan ini berlangsung 1-17
November 2013.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar